Bogor, 11 Oktober 2026 – PT PLN (Persero) Pusat Sertifikasi (PLN Pusertif) terus memperkuat ketangguhan masyarakat dalam menghadapi bencana melalui Pelatihan Psychological First Aid (PFA) atau Penanganan Psikologis Pertama bagi korban bencana. Kegiatan ini dilaksanakan pada 10–11 Oktober 2026 sebagai bagian dari komitmen Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN Pusertif.
Pelatihan menghadirkan Prapti Leguminosa, seorang psikolog yang aktif terlibat dalam kegiatan trauma healing pascabencana di Nusa Tenggara Timur, Palu, dan Lombok. Para peserta memperoleh pemahaman dan keterampilan dasar untuk memberikan dukungan psikologis awal kepada penyintas bencana secara tepat, aman, dan berempati.
Kegiatan ini diikuti oleh 30 peserta, terdiri atas 15 anggota Srikandi Tangguh Bencana Desa Cibedug dan 15 peserta dari Desa Jambuluwuk. Pelaksanaan pelatihan turut didukung oleh empat fasilitator dari Srikandi Desa Tangguh Bencana (DESTANA) Desa Cileungsi.
General Manager PLN Pusat Sertifikasi, Bapak Dony Ocniza, menyampaikan bahwa kesiapsiagaan bencana tidak hanya berkaitan dengan penyelamatan fisik, tetapi juga mencakup pemulihan kondisi psikologis masyarakat.
“Melalui pelatihan ini, PLN Pusertif ingin membangun kapasitas masyarakat agar mampu memberikan pertolongan psikologis awal kepada penyintas bencana. Kami berharap para peserta dapat menjadi penggerak kesiapsiagaan di lingkungannya serta menghadirkan rasa aman, kepedulian, dan dukungan bagi masyarakat ketika menghadapi situasi darurat,” ujar Bapak Dony.
Sebagai tindak lanjut, peserta diwajibkan melakukan pengimbasan materi melalui titik-titik Posyandu di desa masing-masing, dengan sasaran satu Posyandu pada setiap RW. Materi yang disampaikan meliputi pendekatan psikologis kepada penyintas, penyediaan tas siaga mandiri di setiap rumah, serta pentingnya penggunaan stiker keluarga siaga.
Kegiatan pengimbasan tersebut ditargetkan dapat menjangkau sekitar 240 kepala keluarga di Desa Cibedug dan Desa Jambuluwuk. Melalui pendekatan berbasis komunitas, pengetahuan kesiapsiagaan diharapkan tidak berhenti pada peserta pelatihan, tetapi dapat diterapkan dan disebarluaskan kepada masyarakat secara berkelanjutan.
“Keberhasilan program TJSL tidak hanya diukur dari terlaksananya kegiatan, tetapi juga dari keberlanjutan manfaat dan tumbuhnya kemandirian masyarakat. Kolaborasi antardesa ini diharapkan dapat memperluas jejaring relawan sekaligus memperkuat kesiapan masyarakat dalam menghadapi bencana,” tambah Bapak Dony.
Program ini menjadi wujud nyata komitmen PLN Pusertif dalam mendukung pembangunan sosial yang inklusif dan berkelanjutan. Dengan memperkuat kapasitas masyarakat, PLN Pusertif berupaya menghadirkan manfaat yang berdampak langsung serta membangun komunitas yang lebih tangguh, peduli, dan siap menghadapi risiko bencana.
Tentang PT PLN (Persero) Pusat Sertifikasi (Pusertif):
PT PLN (Persero) Pusat Sertifikasi (Pusertif) merupakan unit PLN yang berfokus pada pengujian, kalibrasi, inspeksi, dan sertifikasi guna memastikan standar keandalan serta mutu tinggi pada seluruh infrastruktur ketenagalistrikan di Indonesia.
